Agak sedikit berbeda, gw brangkat dari rumah tidak nyetir sendiri. Gw dianterin sama supir yang biasanya mengantar bokap gw. Om Husaini namanya. Gw dianter, bukan karna gw malas nyetir. Tapi karna kondisi fisik gw tidak memungkinkan gw untuk mengendarai mobil sendiri. Ya, gw kan abis oprasi pencopotan pen di kaki, jadi kaki gw, terutama kiri belum kuat untuk menginjak pedal kopling.
Huff, emang enaknya sih pake mobil matic. Tapi apa daya, adanya mobil manual Toyota Kijang Kapsul 1998. Dan sekarang gw merasa norak. Hahaha.
Gw kuliah disopirin dan menggunakan mobil yang cukup mewah apa lagi jika dibandingkan dengan mobil gw biasanya. Mobil tersebut adalah Toyota Kijang Inova. Udah serasa kayak boss-boss kalangan menengah.
Sambil dengerin lagu-lagu jazz favorit gw (yang juga ada di website ini), gw menjalani perjalanan kekampus gw sambil melengkapi dokumen-dokumen proposal untuk acara kegiatan buka puasa bersama anak yatim. Setelah selesai, ternyata waktu gw masih panjang. Jadi ya gw ngetik-ngetik di blog gw aja.
Gw mau cerita sedikit tentang kondisi jalan raya hari ini. Gw merasa beruntung, karna hari ini gw tidak menyetir. Keadaan jalanan Jakarta pagi ini sepertinya sedikit berbeda. TIdak tau kenapa, tapi saya merasa hari ini Kondisi Jalanan Jakarta lebih “Ganas” dari biasanya.
Untung Om Husaini ambil inisiatif untuk melalui jalan potong (Jalan komplek perumahan). Jadi perjalanan gw terasa sedikit lebih singkat.
Udah dulu deh nge-blognya. Gw baru inget, harus bales-balesin e-mail. Hehe.
Thanx for read.
-Muhmammad Fikkar Faruqi-
Last Updated on Tuesday, 20 October 2009 17:52
Jakarta Gempa, gw tidak merasakannya
Written by Muhammad Fikkar Faruqi
Thursday, 03 September 2009 00:09
Jakarta Gempa Hari ini, gw tidak merasakannya.
Seperti biasa, siang itu gw berangkat dari rumah untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Mobil gw sempet bermasalah ditengah-tengah perjalanan gw menuju daerah permata hijau. Persenelingnya ga bisa dipindah. Mandek di gigi 2. Kopling sudah diinjak full, tapi tidak begitu banyak membawa pengaruh. Akhirnya dengan terpaksa, gw membelokan kemudi steer ke bengkel mobil terdekat. Setelah diperiksa, ternyata Master Kopling gw sudah bocor parah. Sehingga menyebabkan minyak kopling mobil gw abis dan membuat master kopling tidak bekerja. Akhirnya, atas saran pihak bengkel gw memutuskan untuk mengganti master kopling tersebut. Celakanya, ternyata bengkel tersebut tidak mempunya sparepart Master Kopling Orisinil untuk mobil gw. Terpaksa akhirnya gw pakai yang abal-abal. Setelah mobil gw selesai dikerjakan, gw langsung bergegas menuju daerah permata hijau. Gw melalui rute Kalimalang, jatiwaringin, tol cikampek, kluar di halim, dan lurus terus sampai gedung MPR-DPR, kemudian belok kiri. Namun, gw melihat ada kejanggalan begitu gw memasuki daerah cawang. Pada saat gw melewati gedung menara Saidah, gw melihat banyak orang bekerumun didepan gedung. Gw sempat mengira-ngira apa yang terjadi. Awalnya, gw mengira perusahaan yang bertempat di Gedung Menara Saidah sedang melakukan pembukaan lowongan pekerjaan. Tapi setelah gw melihat lebih detail orang-orang yang diluar tersebut, gw menjadi ragu karna mereka terlihat sangat mapan dan banyak yang sudah berumur. Akhirnya gw menebak kemungkinan berikutnya. Gw mulai mengira mungkin Gedung tersebut sedang kebakaran. Tapi ternyata tidak, tidak ada kepulan asap atau api yang terlihat. Akhirnya gw tetap meyakinkan diri bahwa gedung tersebut sedang melakukan latihan evakuasi. Setelah mantap dengan keyakinan tersebut, gw mulai tancap gas lagi menuju arah pancoran. Namun begitu gw melewati beberapa gedung-gedung tinggi, ternyata hal serupa juga terjadi di gedung-gedung tinggi lainnya. Gw semakin bingung, di benak gw “Masa’ latihan evakuasi bisa bareng-bareng gitu?”. Setelah kebingungan sendiri, gw mencoba berpikir keras tentang apa yang sedang terjadi. Sambil menunggu lampu merah pancoran yang cukup lama, akhirnya gw memutuskan untuk mencoba melihat BB gw. Lebih tepatnya Twitter di BB gw. Ternyata banyak teman-teman gw yang melaporkan bahwa barusaja terjadi gempa bumi. Oalah, gw baru sadar ternyata apa yang dari tadi terjadi.
Masalahnya, kok gw gak ngerasain sama sekali ya?
Setelah gw mencari tau sebenernya berapa besar gempanya dan berlangsung berapa lama, gw mendapatkan bahwa gempa tersebut berkekuatan 7,4SR, berlangsung kurang lebih 0,5~3 menit dan berpusat di laut selatan kota Tasikmalaya.
Tapi gw tetap kebingungan, “Kenapa gempa sebesar dan selama itu tidak gw rasakan?”.
Sampai saat ini pertanyaan tersebut masih ada di benak gw dan gw masih belum menemukan jawaban pastinya.
Namun sementara, gw menyimpulkan bahwa gw tidak merasakan gempa hari ini disebabkan karna gw sedang didalam mobil yang melaju cukup kencang. Ditambah lagi, mobil gw memang tidak begitu bagus suspensinya. Jadi dalam keadaan normal saja, seperti sedang merasakan gempa berkekuatan tinggi jika berada didalam mobil gw yang sedang melaju.
Btw, ini artikel pertama gw di category "Blog Indonesia" ya? hehe...
Last Updated on Thursday, 03 September 2009 00:11
Applied Ethics
Written by Muhammad Fikkar Faruqi
Sunday, 23 August 2009 20:25
Applied Ethics
Ethics is a branch of philosophy which produced by philosophers to answers questions about morality. To make it can be operates in specific situations, philosophers made an “Applied Ethics”.
Applied Ethics is a discipline of philosophy that attempts to apply ethical theory in real-life situations.
There are some sub-disciplines of Applied Ethics such as:
-Business Ethics
-Healthcare Ethics
-Research Ethics
-Science and Technology Ethics
-Animal Welfare Ethics
-Computer Ethics
-Professional Ethics
-Media Ethics
-Public Sector and Government Ethics
-International Ethics
-Bioethics
-Medical Ethics
-Neuroethics
-Hospitality Ethics
-Environmental Ethics
-Human Rights
-Animal Rights
-Legal Ethics
-Journalism Ethics
-Marketing Ethics
-Education Ethics
-Sports Ethics
-Military Ethics
-Public Administration Ethics.
There are possibilities that there is some sub-discipline which are not written in this article. That is because, Applied Ethics are developing continuously.
Applied ethics is used in some aspect of determining public policy. It helps us to answer debatable questions. For example, “Is getting an abortion immoral?”, “Is euthanasia immoral?”, “Is affirmative action right or wrong?”, “What are human rights, and how do we determine them?”, and “Do animals have rights as well?”
Last Updated on Sunday, 23 August 2009 20:27
Unboxing Logitech Classic Keyboard Plus
Written by Muhammad Fikkar Faruqi
Saturday, 22 August 2009 01:23
For my first post in this category, I want you to watch a short video.
In that video, I demonstrated the unboxing of Logitech Classic Keyboard Plus.
Adobe Flash Player not installed or older than 9.0.115!
I bought it for Rp. 135.000,- at Ratu Plaza IT Mall Jakarta, INDONESIA.